Hari Raya Idul Fitri sudah semakin dekat. Banyak dari para pemudik yang sudah mulai mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman mereka. Saat akan melakukan perjalanan mudik banyak pemudik yang menggunakan transportasi umum dan tidak sedikit yang menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil.

Bagi para pemudik yang akan menggunakan mobil, mereka mengalami persoalan yang cukup rumit seputar mengatur barang bawaan mereka ke dalam mobil. Apalagi bagi pemudik yang akan melakukan perjalanan jauh, mengatur barang bawaan agar kenyamanan di dalam kabin terjaga dan tidak mengganggu penumpang menjadi persoalan yang dilematis bagi pemudik.

Terlebih lagi bagi mobil yang tidak memiliki ruang bagasi yang cukup itu akan sangat merepotkan. Sehingga banyak yang mensiasatinya dengan memberikan bagasi tambahan (roofbox atau roofrack) untuk menempatkan barang bawaan mereka. Untuk melakukannya anda perlu memperhatikan bagaimana cara mengatur barang bawaan di bagasi mobil agar barang anda aman ya sobat.

Namun, penggunaan roofbox atau roofrack yang tidak tepat justru akan menambah ketidaknyamanan bagi para pengendara. Dalam memilih roofbox atau roofrack yang akan kita gunakan kita harus memahami fungsi, kapasitas, serta kelebihan dan kekurangan dari roofbox itu sendiri. Berikut ini langkah yang harus diperhatikan dalam memilih roofbox atau roofrack :

1. Jenis Bahan Roofbox atau Roofrack

Pada umumnya ada dua jenis bahan roofbox atau roofrack yang dipasarkan dan yang sering digunakan. Ada yang berbahan baja dan ada yang berbahan alumunium. Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan seperti roofbox yang berbahan baja, jenis ini memiliki beban yang lebih berat namun juga lebih kuat.

Selanjutnya anda juga wajib memperhatikan bahwa beban terlalu berat pada mobil juga tidak baik sobat. Tidak jarang mobil menjadi mogok karena komponen mesin mobil bermasalah. Selain itu juga bisa menjadi penyebab mobil tidak bertenaga dan jalannya lebih lamban daripada sebelumnya.

Akan tetapi jenis ini akan memberikan pengaruh kepada atap mobil kita, sehingga jika body mobil kita tidak cukup kuat untuk menampung beban roofbox tersebut akan sangat berbahaya bagi keselamatan dan kenyamanan saat berkendara. Sedangkan bahan jenis alumunium memiliki beban yang lebih ringan. Namun, ini tidak dianjurkan untuk digunakan.

Sebagai informasi saja, ketentuan untuk mobil sedan atau minibus dianjurkan membawa beban pada atap mobil sekitar 50-80kg. Sedangkan jenis MPV dan SUV menengah sebesar 100-150 kg. Namun, kapaasitas ini juga tergantung pada jenis bahan roofbox yang digunakan.

2. Bentuk Roofbox atau Roofrack yang Tepat

Jika kita melihat dipasaran bentuk roofbox atau roofrack memiliki 2 bentuk, ada yang berbentuk sambungan pipa pada bagian depan dan belakang yang dipasangkan secara sejajar. dan ada yang berbentuk empat sisi, yang berbentuk persegi panjang di bagian depan dan belakang serta kiri dan kanan. Masing-masing ada kekurangan dan kelebihannya, untuk rak empat sisi lebih menajaga kestabilan barang yang lebih tinggi. Namun, untuk jenis ini kurang fleksibel dalam memuat barang.

3. Pasang Roofbox atau Roofrack dengan Tepat

Pastikan perangkat dan komponen dalam memasang roofbox dan roofrack tersebut terpasang sesuai anjuran. Selain itu kita juga harus memastikan komponen kaki kaki mobil penyangga roofbox kuat untuk menahan beban dan kunci-kunci nya terpasang sesuai dengan benar dan tepat.

4. Perhatikan Aerodinamisnya

Ketika membawa beban di atap mobil, itu akan mempengaruhi kemampuan mobil dalam menembus hambatan angin ketika melaju kencang. Jika kita membawa beban yang terlalu berat dan penataannya tidak tepat itu akan membuat mobil boros bahan bakar karena hambatan yang dihadapi terlalu tinggi.

Selain itu, jika kita tidak memperhatikan aerodinamis kendaraan akan membuat mobil kita menjadi tidak stabil. Sehingga akan membahayakan mobil kita sendiri terlebih lagi ketika melaju pada jalan yang berkelok atau pun menurun.

5. Kemas Barang Dalam Wadah atau Tempat yang Aman

Penempatan barang di dalam roofbox atau roofrack sangatlah penting, kemaslah barang ke dalam wadah sebelum dimasukan ke roofbox dan susun bagian dalam secara menyeluruh ke dalam roofbox. Isi bagian bawah dengan barang yang berat dan di atas barang yang lebih ringan. Hal ini demi menjaga kestabilan roofbox di atas atap agar tidak mudah lepas dari rangkain penyangga.

Saat berkendara menggunakan roofbox atau bagasi tambahan diatap mobil, kita harus memperhatikan bagaimana langkah mengemas (packing) barang bawaan ke dalam atap mobil. berikut ini adalah tips mengemas barang bawaan ke atap mobil :

Prioritaskan Barang Bawaan
Perjalanan jauh memaksa kita untuk membawa barang yang lebih saat di perjalanan. Namun, kita juga harus mengklasifikasikan barang bawaan kita.Buat list atau daftar barang yanag akan kita bawa kemudian sortir barang bawaan mana saja yang perlu kita bawa.

Barang yang memiliki kapasitas berat berlebih dapat kita letakkan di bagasi tambahan paling bawah. Dahulukan barang bawaan bagi para penumpang, hal ini demi menjaga kenyamanan dan efisiensi ruang. Dengan mengatur barang bawaan yang efisien akan membuat kendaraan lebih nyaman digunakan saat perjalanan mudik.

Susun Barang Bawaan
Dalam melakukan perjalanan menggunakan roofbox kita harus memperhatikan posisi barang di dalam roofbox, terkadang ketika kita melaju dengan kecepatan tinggi barang yang ada didalam roofbox akan berantakan. Maka dari itu, packing barang ke dalam roofbox haruslah dengan rapi dan padat, gunakan strap yang sudah ada pada bagasi tambahan dan kencangkan. Apabila diperlukan gunakan cargonet agar barang bawaan tidak berantakan saat sudah sampai ditempat tujuan.

Jangan Bawa Barang Berlebih Di Atap
Demi menjaga keamanan dalam menggunakan roofbox, pastikan barang bawaan yang ada di dalam roofbox tidak kelebihan muatan, hal ini berhubungan dengan daya tampung roofbox sendiri. kita harus memperhatikan tinggi dan bobot barang karena dapat berpengaruh pada kestabilan kendaraan dan bahan bakar kendaraan. Yang paling penting menggunakan roofbox pastikan tutupnya tertutup dengan rapat, kemudian pastikan karet dan talinya terikat dengan kuat.

Demikian langkah mengemas barang bawaan ke dalam roofbox. Sebagai pemudik kita harus memperhatikan setiap hal demi kenyamanan dan keselamatan kita bersama. Jika memang harus menggunakan roofbox, pilih roofbox yang berkualitas dan sebelum menggunakannya pastikan roofbox terpasang dengan aman. Baca aturan penggunaan roofbox sebelum berangkat, itu untuk menjaga keamanan pengendara.

Sekian artikel ini kami buat, apabila ada kekuranagan kami mohon maaf. Dan semoga artikel ini memberikan manfaat bagi semua orang yang membacanya. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya, tetap baca ya.. terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here