Cara Kerja Karburator Mobil, Tahukah kalian mengenai sejarah dari mobil yang kita ketahui saat ini? Di mulai dari di terapkan nya mesin pembakaran internal dengan menggunakan bahan bakar sebagai sumber tenaga dari hasil pembakaran dalam ruang bakar yang di gunakan untuk mendorong atau menggerakkan piston di dalam silinder.

Kendaraan dapat berjalan apabila memiliki bahan bakar, sebagai contohnya mobil. Bahan bakar mobil,pasti kalian sudah tahu kan kalau bahan bakar mobil adalah bensin. Namun apakah kalian mengetahui di manakah tempat untuk menaruh bensin tersebut dan bagaimana caranya bensin di olah menjadi tenaga pada mobil ?

Dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang karburator mobil dan cara kerjanya. Apakah karburator mobil itu? Bagaimana cara kerja dari karburator? Mari kita bahas satu persatu,di mulai dari arti karburator mobil terlebih dahulu.

Cara Kerja Karburator

Karburator mobil adalah sebuah alat yang dapat mencampur udara dengan bahan bakar untuk sebuah mesin dalam pembakaran dalam. Karburator masih banyak di gunakan dalam mesin kecil seperti pada sepeda motor karena lebih ringan di gunakan juga murah.

Namun pada sepeda motor tahun 2005 pun sudah banyak yang menggunakan sistem injeksi bahan bakar. Dan mobil yang sudah tua yang di produksi pada tahun 1980-an masih ada beberapa yang menggunakan karburator , atau khusus di rancang untuk balap mobil stok.

Karl Benz adalah seseorang yang menemukan karburator pertama kali pada tahun 1885 dan di patenkan tahun 1886. Pada tahun 1893 ada seorang insinyur berkebangsaan Hungaria bernama János Csonka dan Donát Bánki juga mendesain alat yang serupa.

Kemudian di tahun 1896, Frederick William Lanchester dari Birmingham, Inggris dan juga saudaranya, yang pertama kali bereksperimen menggunakan karburator pada mobil. Mereka membangun mobil pertama yang menggunakan bahan bakar bensin di inggris, bersilinder tunggal bertenaga 5 hp (4 kW), dan merupakan mesin pembakaran dalam (internal combution).

Namun mereka belum puas dengan hasilnya karena kecilnya tenaga yang dihasilkan, mereka membangun ulang mesin tersebut, kali ini mereka menggunakan dua silinder horisontal dan juga mendesain ulang karburator mereka. Kali ini mobil mereka mampu menyelesaikan tur sepanjang 1.000 mil (1600 km) pada tahun 1900. Hal ini merupakan langkah maju penggunaan karburator dalam bidang otomotif.

Cara kerja karburator mobil yaitu mengubah bensin cari menjadi uap bensin dengan mengatomisasikan atau memecah bagian menjadi kecil-kecil untuk mengatur datangnya arus udara tegak lurus atas saluran bensin sehingga menjadi uap bensin dengan memanaskan dasar karburator, tujuannya agar pembakaran yang sempurna. Berikut adalah penjelasan tentang Cara Kerja Karburator Mobil yang bisa anda ketahui dan anda pelajari, dan anda juga bisa mengetahui apa saja yang terjadi pada kendaraan mobil anda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

1. Sistem Pelampung
Fungsi dari sistem pelampung adalah untuk mengatur batas permukaan bensin dalam ruang pelampung agar relatif tetap (kostan). Semua karburator pasti terdapat sistem pelampung, mungkin hanya konstruksi atau bentuknya saja yang berbeda tetapi pada prinsipnya kerjanya sama.

Cara kerja sistem pelampung pada cara kerja karburator di bagi lagi menjadi beberapa bagian :

Pengontrolan Permukaan Bahan Bakar (Float Control Level)
Ketika bahan bakar dari pompa bahan bakar mengalir melalui needle valve dan masuk ke dalam ruang pelampung, maka bahan bakar yang masuk tersebut akan membuat pelampung terangkat ke atas. Needle valve akan menutup dan menghentikan bahan bakar yang masuk ke ruang pelampung.

Bahan bakar tidak selamanya berada di ruang pelampung, bensin akan di pakai pada proses pembakaran. Apabila bahan bakar di ruang pelampung berkurang, maka pelampung akan bergerak turun ke bawah dan needle valve akan ikut turun juga ke bawah sehingga saluran dari pompa bahan bakar terbuka. Kemudian bahan bakar akan masuk lagi ke ruang pelampung dan ketika sudah terisi penuh maka saluran akan tertutup lagi, begitu seterusnya.

Needle Valve
Atau biasa di kenal dengan katup jarum, pada saat permukaan bahan bakar di dalam ruang pelampung berubah, pelampung naik

atau turun, gerakan ini dipindahkan ke katup jarum melalui push pin. Pegas mencegah katup jarum terbuka atau tertutup oleh gerakan naik atau turun pelampung yang disebabkan gerakan dari kendaraan, sekaligus menjaga permukaan bahan bakar tetap.

Air Vent Tube
Sistem kerja karburator khususnya pada sistem pelampung, Air vent tube ini dari ruang pelampung dan ujungnya berada di air horn. Fungsi dari air vent tube adalah untuk menstabilkan tekanan pada batas permukaan bensin agar tetap/konstan, atau agar tekanan yang berada di ruang pelampung sama dengan tekanan yang berada di air horn sehingga bahan bakar dapat mengalir dari ruang pelampung ke venturi yang tekanannya lebih rendah.

2. Sistem Stationer
Pada saat mesin berputar stasioner, bahan bakar mengalir dari ruang pelampung melalui primary main jet, kemudian ke slow jet, economizer jet, dan akhirnya ke ruang bakar melalui idle port. Kemudian pada saat pedal gas ditekan sedikit, maka katup gas akan membuka lebih lebar sehingga aliran bahan bakar dari ruang pelampung tersebut masuk ke ruang bakar selain melalui idle port juga melalui slow port

3. Primary High Speed Sistem
Berfungsi untuk mensupply bahan bakar pada saat kendaraan berjalan pada kecepatan sedang dan tinggi. Pada saat throtle primary terbuka, maka kecepatan udara yang di venturi bertambah. Sehingga akan terjadi perbedaan tekanan pada ujung nosel dan ruang pelampung dimana tekanan pada ujung nosel lebih rendah dari pada ruang pelampung.

Akibatnya bahan bakar di dalam ruang pelampung mengalir, dan sebelum keluar melalui nosel dicampur udara dari air bleeder. Setelah keluar dari nosel campuran tadi diotomisasi oleh udara dari air horn dan akhirnya masuk ke dalam silinder.

4. Secondary High Speed Sistem
system bekerja pada saat mesin bekerja pada beban ringan dan jumlah udara yang masuk sedikit, pada saat gas dibuka penuh maka katup sekunder (secondary thorttle valve) terbuka sehingga bahan bakar keluar dari kedua nosel yaitu nosel utama premier dan sekunder sehingga jumlah bahan bakar masuk lebih banyak.

Tetapi bila supply campuran udara dan bahan bakar ke dalam silinder oleh primary high speed tidak cukup, pada beban yang berat atau pada kecepatan tinggi, maka secondary high speed akan bekerja.
Secondary high speed system dirancang sama seperti primary hight speed system, tetapi system ini dirancang untuk bekerja bila mesin membutuhkan output yang besar, maka ukuran (diameter) dari nosel, venturi dan jet dibuat lebih besar dari pada primary high speed system.

Apabila mesin berputar pada putaran rendah, vacum yang dihasilkan oleh bleeder pada primary masih lemah, sehingga vacum di dalam rumah diaphragma juga masih lemah, dan secondary throtle valve belum bisa membuka. Bila secondary throttle valve terbuka, vacum akan timbul pada rumah diaphragma menjadi kuat dan secondary throttle valve membuka semakin besar. Hal ini menyebabkan udara mengalir ke secondary venturi dan bahan bakar keluar dari secondary nozzle.

Desain pada karburator dikelompokkan menurut arah aliran udara, barel dan tipe venturi. Tiap – tiap karburator mengkombinasikan ketiganya dalam desain nya.

Berikut adalah penjelasan mengenai desain – desain dari tiap kelompoknya :

1. Arah Aliran Udara

Aliran Turun
Cara Kerja Karburator Mobil arus turun arah masuknya campuran udara dan bahan bakar adalah ke bawah (down draft), terdiri dari suatu pipa atau saluran ditengah-tengah dari saluran ada ruangan yang diperkecil dan ruangan ini disebut venturi/pengabut. Karburator jenis ini banyak digunakan karena tidak ada kerugian gravitasi. Karburator arus turun banyak di temui pada mobil mobil.

Aliran Datar
Pada karburator arus datar, arah masuknya campuran udara dan bahan bakar adalah ke samping (side draft). Karburator tersebut pada umumnya digunakan pada mesin yang memiliki output yang tinggi. Jenis ini paling banyak di jumpai pada kendaraan sepeda motor, namun juga masih banyak mobil yang menggunakan karburator jenis ini.

Aliran Naik
Pada karburator arus naik, arah masuknya campuran udara dan bahan bakar ada ke atas (up draft). masuk ke dalam silinder bergerak mulai dari bawah ke atas, gerakan naik ke atas sangat sukar dicapai oleh bensin, sebab bensin mempunyai berat tertentu, maksudnya walaupun bensin dapat bergerak naik, namun akan tetap turun ke bawah. Akibatnya tidak dapat mencapai suatu campuran bahan bakar gas yang sempurna. Sistem karburator arus naik sudah jarang diterapkan pada mesin mobil terbaru dan hanya digunakan pada mobil tipe lama.

2. Barel

Barel adalah saluran udara yang didalamnya terdapat venturi, Terdapat 2 jenis barel :

Single Barel
Yaitu barel yang hanya memiliki satu barel. Pada karburator single barel ,semua kebutuhan bahan bakar pada berbagai putaran mesin hanya di layani oleh satu barel. Padahal pada putaran mesin rendah, diameter venturi yang besar akan lebih lambat menghasilkan tenaga dibanding diameter venturi yang kecil. Sebaliknya diameter venturi yang kecil hanya mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar pada putaran mesin tertentu, tetapi pada putaran rendah lebih cepat menghasilkan tenaga. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diciptakan karburator double barel.

Double Barel
Karburator double barel pada putaran rendah cepat menghasilkan tenaga (output) karena yang bekerja hanya primary venturi yang mempunyai diameter kecil. Pada putaran tinggi primary dan secondary venturi bekerja bersama – sama sehingga output yang di capai tinggi, karena total diameter venturinya besar.

Selain itu kecepatan aliran maksimal pada venturi karburator double barel dibanding karburator single barel lebih kecil sehingga kerugian gesekannya pun lebih kecil.

3. Venturi

Venturi karburator adalah lubang menyempit di tengah lubang masuknya udara pada karburator. Fungsi dari venturi sendiri yaitu untuk meningkatkan kevakuman udara (kecepatan udara) yang di sebabkan perbedaan diameter lubang, sehingga bahan bakar yang berada di mangkuk karburator terhisap ke ruang bakar melalui pilot jet maupun main jet. Venturi juga terbagi menjadi 2 macam :

Venturi Tetap
Karburator ini menggunakan venture tetap atau fixed venturi. Besarnya vakum yang mengalir melalui venturi tersebut sesuai dengan kecepatan aliran udara yang melewati venturi itu yang dipengaruhi oleh beban mesin dan pembukaan katup gas. Keadaan tersebut mempengaruhi banyak sedikitnya bahan bakar yang keluar dari nosel.

Venturi Bergerak
Pada tipe ini pedal gas yang mengatur besarnya venturi dengan menggunakan piston yang dapat naik dan turun sehingga membentuk celah venturi yang dapat berubah – ubah. Naik turunnya piston ini disertai dengan naik turunnya needle jet yang mengatur besarnya bahan bakar yang dapat tertarik serta dengan aliran udara . Jenis ini di sebut juga tekanan tetap karena tekanan udara sebelum memasuki venturi selalu sama.

Bagaimanakah prinsip kerja pada karburator? Pada dasarnya karburator bekerja menggunakan Prinsip Bernoulli, yaitu semakin cepat udara bergerak maka semakin kecil tekanan statisnya, namun makin tinggi tekanan dinamisnya.

Pedal gas sebenarnya tidak langsung mengontrol besarnya aliran bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar. Pedal gas yang sebenarnya adalah mengendalikan katup dalam karburator untuk menentukan besarnya aliran udara yang dapat masuk ke dalam ruang bakar. Jadi udara bergerak inilah yang memiliki tekanan untuk menarik serta bahan bakar masuk ke dalam ruang bakar.

Sistem kerja yang terdapat pada karburator pun ada beberapa macam serta fungsinya dari masing – masing sistem kerja tersebut. Di sini akan di bahas satu persatu agar kalian dapat mengenal lebih jauh lagi cara kerja pada karburator.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here