Cara Merawat Power SteeringPower steering merupakan komponen dalam sistem kemudia mobil yang berfungsi untuk meringankan beban ketika sedang menggunakan setir. Dengan adanya power steering pula, kemudia mobil dapat mudah dikendalikan. Hal ini karena kinerja setir kendaraan akan terbantu dengan power steering. Sehingga beban pada putaran setir jauh lebih ringan pula.

Komponen Kaki Kaki Mobil
Sama halnya dengan komponen-komponen di dalam mobil lainnya, tentunya power steering membutuhkan perawatan agar kinerja nya dapat tetap optimal. Sebenarnya, cara merawat power steering secara sederhana dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan mengemudikan kendaraan dengan baik.

Kelalaian dalam mengemudi dapat menyebabkan power steering mengalami kerusakan hingga memperpendek usia pemakaian. Untuk itulah penting untuk merawat power steering dengan baik dan benar. Nah berikut ini cara merawat power steering dengan mudah.

1. Hindari Mengemudi Di Jalanan Rusak

Cara merawat power steering dengan mudah adalah dengan menghindari jalanan-jalanan rusak ataupun berlubang. Bila mobil anda sudah dilengkapi dengan sistem power steering, sangat baik untuk menghindari jalanan-jalanan seperti ini. Namun jika memang tak ada jalanan lain yang bisa ditempuh, maka sebisa mungkin anda melewatinya dengan hati-hati dan perlahan.

Kerusakan yang sering terjadi pada power steering biasanya dikarenakan cara mengemudi mobil yang tida beraturan. Guncangan-guncangan keras pada power steering dapat membuat komponen di dalamnya menjadi rusak. Untuk itu, penting dalam memperhatikan jalanan yang akan dilalui oleh kendaraan anda. Hindari mengemudi secara ugal-ugalan serta jalanan-jalanan yang rusak. Selain dapat mengurangi resiko kecelakaan, tentunya power steering anda akan awet digunakan.

2. Hindari Jalanan Banjir

Selain jalanan yang rusak, hindari pula melewati jalanan -jalanan yang tergenang dengan banjir. Jalanan seperti ini mudah membuat power steering menjadi rusak. Tidak hanya itu saja, kebiasaan ini juga dapat merusak komponen-komponen lainnya, apalagi jika genangan banjir yang anda lewati terlalu tinggi.

Hal ini karena power steering merupakan komponen kelistrikan yang ditempatkan tepat di as setir sejajar dengan as roda. Sehingga pada saat melewati genangan banjir, tentunya komponen ini akan mudah sekali terkena genangan air. JIka komponen listrik ini basah, tentunya akan menyebabkan kerusakan dan mau tak mau anda harus menggantinya dengan yang baru.

3. Jangan Melebihi 10.000 km

Yang dimaksud dengan jarak 10.000 km disini adalah jarak yang sudah ditempuh oleh kendaraan anda. Pemakaian kendaraan yang melebihi dari jarak tersebut tentunya akan sangat berpengaruh pada kondisi power steering anda, ditambah lagi dengan cara mengemudi yang salah tentunya membuat kondisi power steering dapat mengalami kerusakan.

Penggunaan kendaraan yang wajar adalah pada jarak 10.000 km. Ketika mencapai jarak 10.000 km, sebaiknya anda mengganti power steering anda dengan yang baru. Jika cara mengemudi anda tka beraturan, maka bisa jadi kurang dari 10.000 km anda sudah harus menggantinya dengan yang baru.

4. Hindari Kondisi Ban Berbelok Saat Parkir

Hal ini mungkin seringkali terjadi dan diabaikan oleh pemiliki kendaraan. Banyak orang yang memarkirkan kendaraan mereka dengan kondisi ban mobil tidak lurus dan membiarkannya pada waktu yang lama. Padahal kebiasaan seperti ini bila dilakukan terus menerus akan membuat power steering serta ball joint tidak dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama dan cepat rusak. Sehingga lebih baik bila anda selalu memperhatikan kondisi kendaraan ketika sedang terpakir. Usahakan untuk meninggalkan kendaraan dalam kondisi yang tidak berbelok.

5. Putarlah Kemudi Dalam Kecepatan Sedang

Pada saat anda sedang memutar kemudi mobil, akan lebih baik bila dilakukan dalam kecepatan pelan ataupun sedang. Hindari melakukan putaran kemudi dengan sangat cepat. Pada saat akan berbelok, anda bisa mengurnagi kecepatan terlebih dahulu sebelum kendaraan akan berbelok. Sistem hidrolik yang digunakan secara perlahan ketika mengemudi tentunya akan berdampak pada komponen power steering yang lebih awet dan tahan lama.

6. Hindari Memutar Setir Penuh Pada Waktu Yang Lama

Cara lainnya untuk merawat power steering anda adalah dengan menghindari kebiasaan memutar setir hingga penuh dalam jangka waktu yang lama. Pada saat anda menunggu jalanan lenggang, anda bisa memutar sedikit kemudi mobil ke arah sebaliknya.

Memutar hingga penuh dan dalam jangka waktu yang lama dapat membuat tekanan pada power steering menjadi maksimum. Hal ini pula lah yang menyebabkan kinerja mesin menjadi berat dan penggunaan bahan bakar menjadi boros.

7. Ingat Usi Pemakaian Power Steering

Karena power steering merupakan perangkat elektronik, tentunya saja komponen ini memiliki jangka waktu penggunaan. Batas usia pemakaian dari komponenini adalah sekitar 5 tahun. Sehingga bila sudah mencapai 5 tahun, maka power steering harus segera diganti tanpa harus menunggu rusak terlebih dahulu.

Perawatan power steering pun juga dapat anda lakukan dengan melakukan pengecekan rutin di bengkel-bengkel mobil terdekat. Merawat power steering dengan baik tentunya dapat memperpanjang usia pemakaian serta membuat anda tak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk memperbaiki kerusakan. Nah itu tadi beberapa cara merawat power steering dengan mudah. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here