komponen starter mobilPada zaman yang semakin canggih ini tentunya sudah banyak produsen mobil menciptakan system yang serba otomatis, seperti contohnya system starter pada mobil. Cukup hanya dengan memutar kunci kontak atau menekan tombol, mesin sudah dapat dhidupkan, bahkan ada yang lebih canggih lagi dengan menggunakan remote control.

Fungsi dari starter mobil sendiri yaitu untuk menghidupkan putaran awal mesin flywheel sehingga mesin dapat hidup. Dimana system bekerja dengan menggunakan tenaga elekrtomagnetik yaitu dengan cara mengubah energy listrik dari sumber tegangan menjadi energy gerak dengan bantuan magnet. Sehingga energy gerak yang dihasilkan itulah dapat memberikan tekanan awal pada mesin flywheel. Artikel berikut akan menjelaskan komponen yang terdapat pada starter mobil, mari disimak dengan baik. (baca juga : Komponen Gardan Mobil)

1. Solenoid

Komponen yang terdapat pada starter mobil yang pertama yaitu solenoid atau saklar magnet, yang mempunyai fungsi untuk menghubungkan dan melepaskan gigi pinion ke ring gear flywheel, sekaligus mengalirkan arus listrik yang besar pada starter melalui teminal utama (terminal 30 dan C).

2. Komutator

Selanjutnya komponen starter mobil yang kedua yaitu komutator yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik ke armature sehingga terjadi putaran.

3. Armature

Fungsi dari armature yaitu untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik (gerak), dalam bentuk gerak putar. Armature memiliki beberapa komponen lagi yaitu : poros armature, kumparan armature, inti armature, dan komutator.

4. Sikat

Komponen selanjutnya yaitu starter yang memiliki fungsi untuik mengalirkan listrik dari kumparan medan ke armature lalu dari armuatur ke massa melalui komutator. Pada umumnya sarter memiliki empat buah sikat, yang kemudian dikelompokkan menjadi dua sikat yaitu :

sikat positif yang berfungsi untuk menghubungkan arus dari field coil ke armatur
sikat negatif yang berfungsi untuk menghubungkan arus dari armatur ke massa.
5. Kumparan medan

Kumparan medan atau yang biasa disebut dengan field coil yaitu kumparan yang dililitkan pada sebuah inti kutub yang terbuat dari besi untuk menghasilkan medan magnet ketika arus mengalir. Yang memiliki fungsi untuk membangkit medan magnet yang terbuat dari lempengan tembaga, dengan maksud dapat memungkinkan mengalirnya arus listrik yang cukup kuat/besar.

6. Kopling starter

Kopling starter berfungsi untuk meneruskan momen putar armatur shaft menuju ke fly wheel melalui roda gigi pinion, sehingga fly wheel dapat ikut berputar. Fungsi lainnya yaitu sebagai pengaman dari armature coil (mengecah kerusakan starter) bila terjadi putaran mesin yang tinggi cenderung memutarkan balik gigi pinion.

7. Gigi pinion

Gigi pinion terletak pada poros armature yang berfungsi untuk menghubungkan putaran poros armature dengan roda flywheel sehingga poros armature dapat pindah ke poros engkol mesin.

8. Tuas Penggerak

Fungsi dari tuas penggerak yaitu untuk mendorong gigi pinion supaya berkaitan dengan flywheel ketika tombol stater dihidupkan. Dengan cara mendorong/menghubungkan pinion gear ke arah posisi berkaitan dengan ring gear pada fly wheel, serta melepas perkaitan pinion gear dengan ring gear pada fly wheel.

9. Pegas Pengembali

Berfungsi untuk penahan plunyer agar selalu barapa pada posisi kontak plat menjauh dari terminal 30 dan terminal C. serta menjaga posisi gigi pinion menjauhi ring gear karena terdapat tekanan dari tuas penggerak.

Diatas telah dijelaskan komponen pada starter mobil dan fungsinya yang dapat menambah wawasan anda pada bidang otomotif, semoga dapat bermanfaat untuk anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here