Lampu sein atau sering disebut lampu landa belok (turn signal) merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah kendaraan. Lampu sein sendiri termasuk dalam sistem penerangan lampu yang ada pada kendaraan, baik pada mobil maupun sepeda motor. Oleh karena itu lampu sein merupakan komponen wajib dalam setiap kendaraan. Bayangkan saja jika lampu sein tidak menyala, pasti akan sangat beresiko.

Lampu sein yang umumnya didesain berwarna kuning dan menyala secara berkedip – kedip ini menjadi salah satu indikator pada kendaraan ketika ingin berbelok yang dibuat untuk mengurangi resiko kecelaakaan dalam berlalu lintas.

Tidak hanya sebagai tanda berbelok saja lampu sein juga dapat digunakan sebagai pemberi tanda kepada pengendara lain kalau anda ingin tetap berada dijalur tersebut atau juga bisa menandakan kalau di depan ada kendaraan berlawanan ketika anda ingin menyalipnya.

Jika salah satu lampu sein dinyalakan, maka pada bagian depan dan belakang akan nyala secara bersamaan dan berkedipnya lampu sein disebabkan oleh flasher. Satu hal yang perlu anda perhatikan, jangan sampai anda mengganti warna lampu sein tersebut, karena dampak mengganti warna lampu mobil bisa memicu terjadinya kecelakaan. Beberapa hal penting di bawah ini wajib diketahui para pengguna lampu sein agar dapat menggunakannya dengan tepat.

Penggunaan Lampu Sein

Pada kesempatan ini kami akan membahas penggunaan lampu sein dan fungsi lampu sein mobil. Pada umumnya Lampu Sein terdapat 4 (empat) buah dalam kendaraan, yaitu pada bagian depan sebelah kiri dan kanan dan pada bagian belakang pada sebelah kiri dan kanan. Namun, sekarang ini ada beberapa kendaraan yang menggunakan lampu sein di kaca spion.

Sein Kanan
Lampu Sein kanan digunakan saat akan berbelok kanan atau pindah ke lajur kanan dengan tujuan menyalip kendaraan yang ada di depan. Lampu sein kanan juga berfungsi sebagai pambatas paling kanan ketika anda berkendara di jalan yang lebarnya hanya untuk dua mobil dan berpapasan dengan mobil dari arah berlawanan.

Selain itu, menyalakan lampu sein kanan ketika akan disalip mobil lain di tikungan atau berpaspasan dengan mobil lain dalam jarak dekat juga bisa dianggap sebagai isyarat kepada pengendara lainnya untuk tidak atau menunda menyalip karena terlalu beresiko.

Sein Kiri
Lampu Sein Kiri digunakan untuk pindah ke kiri atau belok ke kiri dan saat akan berhenti. Saat akan berpindah kekiri diwajibkan menyalakan lampu sein kiri agar pengendara dbelakang dapat mengurangi kecepatan atau laju kendaraannya dan anda dapat berbelok ke kiri.

Namun, jika anda berada di lajur kanan dan akan menyalip kendaraan besar (truk atau kontainer) didepan anda yang melaju dengan kecepatan rendah, maka anda dapat menyalakan lampu sein kiri saat akan menyalip dilajur kiri dan mengklakson apabila lajur kiri hanya pas untuk satu mobil. Maksudnya agar mobil depan mengetahui kalau kendaraan anda akan menyalip dari lajur kiri sehingga memberikan kesempatan dan ruang anda untuk menyalip.

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menyalakan Lampu Sein

Saat anda sedang menggunakan lampu sein, sebaiknya memperhatikan hal – hal berikut ini agar pengendara lain tidak kebingungan sehingga menyebabkan kecelakaan. Berikut ulasan lengkapnya :

1. Menyalakan Lampu Sein dengan Benar

Jadi sebelum mobil berbelok diharapkan menyalakan lampu sein sebelah kiri jika akan berbelok kekiri dan menyalakan ke kanan jika akan berbelok ke kanan. Jangan sampai keliru dalam menyalakan lampu sein karena akan berdampak fatal bagi diri sendiri dan membahayakan pengendara lainnya juga.

Kemudian sekedar intermezo saja, saat anda mengalami masalah pada lampu mobil berembun, maka anda wajib memberikan penanganan lebih lanjut. Karena kondisi tersebut lama kelamaan akan menyebabkan lampu sein mati, bahkan lampu depan mobil mati juga sering ditemukan.

2. Sebagai Tanda Belok

Ketika berada dalam pertigaan atau perempatan dan ingin berbelok, pengguna kendaraan wajib menyalakan lampu sein. Hal ini bertujuan untuk memberitahu atau memberikan isyarat kepada pengendara lain baik yang di depan, di samping, maupun di belakang agar tidak menyalip dari arah tertentu.

3. Sebagai Tanda untuk Mendahului Kendaraan di Depan

Ketika pengguna kendaraan ingin menyalip kendaraan di depan yang laju kendaraannya lebih lambat maka wajib menyalakan lampu sein agar pengguna kendaraan di depan bisa melihat isyarat yang dimaksutkan. Sehingga bisa mengurangi resiko kecelakaan.

4. Sebagai Tanda Informasi untuk Kendaraan dari Arah Berlawanan

Ketika melihat kendaraan lain dalam jarak yang cukup dekat berlawanan arah dan sedang dalam jalurnya, maka wajib memberikan tanda sein kepada kendaraan lain dari arah berlawanan tersebut untuk keluar dari jalurnya. Sehingga menghindari terjadinya kecelakaan akibat tabrakan dari arah yang berlawanan.

5. Sebagai Tanda Pindah Jalur

Ketika kendaraan sedang berada dalam jalur dari jalan yang mempunyai beberapa jalur, dan akan pindah ke jalur lainnya dijalan yang sama maka wajib memberikan tanda sein agar pengguna kendaraan lainnya yang ada dibelakang maupun dari arah berlawanan tahu dan tidak menyalip terlebih dahulu. Ini sangat penting agar tidak terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh kesalahpahaman antar pengguna kendaraan.

6. Waktu yang Tepat untuk Menyalakan Lampu Sein Kanan dan Kiri

Banyak pengendara yang kurang mengetahui kapan waktu yang tepat untuk meyalakan Lampu Sein. Sebagai contoh banyak pengendara baik kaum hawa maupun adam mereka menyalakan lampu sein dan berbelok secara bersama – sama yang menyebabkan pengendara di belakangnya tidak dapat mengantisipasi hal tidak terduga tersebut sehingga dapat membahayakan dan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Maka dari itu, kami akan membahas waktu yang tepat untuk menyalakan lampu sein sesuai dengan peraturan lalu lintas yaitu sebaiknya menyalakan lampu sein 5-6 detik atau 30 meter sebelum mobil berbelok, berhenti atau menyalip.

Ini dimaksutkan agar pengendara lain danpat mengantisipasi dan mengatur kecepatan laju kendaraan dan memberikan kesempatan. Selain itu perhatikan juga keceptan mobil anda, apabila kecepatannya mencapai 40 km/jam dan diatasnya maka nyalakan lampu sein 100 meter sebelum belokan. Hal tersebut tentunya dilakukan untuk keselamatan.

Penggunaan lampu sein juga sudah diatur dalam UU No. 22/2009 pasal 112 yang berbunyi “pengemudi kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, di samping, dan di belakang kendaraan.

Selain itu, pengemudi memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan. Lampu sein tidak boleh mati. Jika sampai lampu sein mati, kendaraan lain yang berada di depan, samping maupun belakang tidak tahu anda akan berbelok atau menyalip”.

7. Mematikan Lampu Sein Jika Tidak Dipakai

Menyalakan lampu sein sangatlah penting, namun jika saat berada di jalan lurus dan tidak sedang akan pindah jalur lebih baik dimatikan. Apabila anda masih menyalakannya, maka akan dapat membingungkan para pengendara dibelakang anda.

Selanjutnya jika anda sudah tahu bagaimana cara menggunakan lampu sein mobil dengan benar dan tepat, sudah menjadi kewajiban anda mantaati peraturan yang ada demi menjaga keselamatan anda dan pengguna kendaraan lainnya. tips merawat lampu mobil juga bisa anda perhatikan dalam rangka menjaganya agar tetap dalam kondisi prima.

Cukup sekian pembahasan artikel kali ini, semoga membawa manfaat dan memberikan kesadaran terhadap semua yang membacanya betapa pentingnya mengetahui fungsi dari kegunaan lampu sein. Sampai jumpa dilain kesempatan dan terus update artikel – artikel kami. Terima kasih sudah berkunjung dan meluangkan waktu untuk membaca artikel ini. Salam hangat selalu dari penulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here