Hello sobat semua yang terkasih, semoga sobat selalu dalam keadaan baik – baik saja ya sobat sama seperti penulis yang selalu dalam keadaan baik – baik saja saat menulis artikel ini buat sobat semua. Seperti yang sebelumnya penulis utarakan dalam postingan sebelumnya, bahwsanya membaca adalah salah satu kebiasaan yang perlu kita wariskan untuk generasi penerus kita dan juga tentunya untuk orang di sekeliling kita ya sobat, karena dengan membaca kita bisa melihat dunia ini.

Oke sobat semua, tidak jauh berbeda dari artikel yang sbeelumnya, pada kesempatan kali ini kita masih akan membahas mengenai otomotif. Jika berbicara mengenai otomotif tentunya kita juga akan membahas mengenai komponen dalam benda atau barnag otomotif itu sendiri. Adapun yang akan menjadi pembahasan kita kali ini yakni mengenai engine cooling mobil. Yuk sobat semua, langsung merapat dan membaca ulasan berikut ini. Check It Out!

Selain sistem pelumasan, sistem yang tidak kalah penting lainnya dalam sebuah mobil adalah sistem pendinginan dalam mobil. Adapun sistem pendingin ini merupakan sistem yang terdapat pada mobil yang berguna untuk mendinginkan mesin, atau dapat juga dikatakan untuk menjaga dan menstabilkan suhu mesin agar selalu pada temperatur kerja yang normal.

Bila dalam keadaan dingin, maka sistem pending dalam mobil anda belum bekerja. Adapun air pending tersebut masih tetap didalam radiator dan belum bersirkulasi untuk melakukan pendinginan, namun ketika mesin mencapai temperature tertentu air pendingin tersebut akan bersirkulasi untuk mendinginkan mesin pada kendaraan anda.

Adapun yang mengatur fungsi ini adalah thermosfat, thermosfat akan membuka ketika mesin sudah panas, dan akan menutup ketika suhu mesin rendah atau dibawah spesifikasi. Untuk lebih jelasnya sobat, ada beberapa fungsi dari engine cooling mobil tersebut. Yuk sobat, langsung saja kita simak yuk ulasan berikut ini. Check It Out

Sebagai sistem yang berfungsi untuk mendinginkan mesin kendaraan anda ( cooling system )
Sebagai sistem yang berfungsi untuk mencegah panas yang berlebihan yang bsa mengakibatkan panas yang berlebihan ( over heating )
Sebagai sistem yang berfungsi untuk menjaga suhu mesin pada temperature kerja yang normal
Sebagai sistem yang berfungsi untuk merawat dan mempertahankan keawetan dan kinerja komponen mesin pada kendaraan anda, sehingga umurnya menjadi lama dan terhindar dari keausan.
Sebagai sistem yang berfungsi untuk menjaga performa kendaraan agar tetap stabil, sehingga performa mesin anda tetap terjaga dan mulus
Nah sobat semua, alangkah pentingnya bukan fungsi dari engine cooling mobil ini pada kendaran anda, untuk itu sebaiknya anda harus melakukan pengecekan dan perawatan secara rutin. Umumnya sobat, sistem pendingin pada mobil menggunakan sistem pendingin air, yang mana air merupakan komponen yang akan menyerap panas dari mesin, kemudian air tersebut akan didinginkan di air radiator.

Selain menggunakan air, pendinginan mesin juga dibantu dengan kipas yang menghembuskan udara kearah mesin dan hembusan angin ketika mobil anda berjalan. Nah sobat semua, berikut ini adalah komponen – komponen sistem pendingin pada mobil tersebut. Adapun komponen yang dimaksud antara lain adalah sebagai berikut :

1. Radiator

Komponen engine cooling mobil yang pertama adalah radiator. Adapun fungsi radiator pada sistem pendingin adalah untuk mendinginkan cairan pendingin setelah menyerap panas dari mesin dengan cara membuangnya melalui sirip – sirip pendingin yang ada pada radiator tersebut.

2. Kipas Radiator

Komponen engine cooling mobil yang kedua adalah kipar radiator. Komponen yang satu ini berfungsi untuk menghembuskan udara kearah mesin, sehingga terjadi pendinginan. Pada umumnya orang beranggapan bahwasanya kipas radiator ini menghembusnya ke arah radiator, namun yang sebenarnya adalah menghembusnya ke arah mesin dan menghisap udara dari radiator.

3. Tutup Radiator

Komponen engine cooling mobil yang ketiga adalah tutup radiator. Fungsi dari tutup radiator ini adalah untuk menaikkan titik didih air dan menjaganya agar tidak mendidih pada suhu 100 derajat celcius. Pada tutup radiator tersebut, terdapat dua jenis tutup, yakni katup tekan dan katup vacum. Katup tekan ini bekerja pada saat mesin panas, sedangkan katup vakum akan bekerja pada saat mesin sudah kembali dingin.

4. Pompa Air

Komponen engine cooling mobil yang keempat adalah pompa air. Pompa air disebut juga dengan water pump. Komponen yang satu ini berfungsi untuk mensirkulasikan air pendingin ke seluruh sistem pendingin. Pompa air ini biasanya juga digerakkan olhe v belt bersama – sama dengan kipas pendingin.

5. Thermosfat

Komponen engine cooling mobil yang kelima adalah thermosfat. Fungsi dari thermosfat ini pada sistem pendingin adalah untuk mempercepat mesin agar mencapai temperature kerja dengan cara menahan zat pendingin agar tidak bersirkulasi ( ke radiator ) , dan juga berfungsi untuk membuka saluran pada saat mesin panas ( air bersirkulasi ke radiator )

Oke sobat semua, sekian informasi mengenai engine cooling mobil yang bisa penulis sajikan buat sobat semua, semoga bermanfaat ya sobat. Semoga artikel ini bisa membantu dan membawa banyak manfaat bagi sobat semua. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel kali ini. Jangan lupa untuk terus update perkembangan artikel – artikel baru berikutnya. Salam hangat selalu dari penulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here