Penyebab Mobil Kijang super boros  beserta solusinya

Dalam banyak hal borosnya bensin berhubungan dengan kondisi karburator. Ada saluran udara dan bensin yang sudah tersumbat atau mengecil, maka harus di OH. Di dalam karburator ada beberapa spuyer. Di ruang pelampung ada 2 spuyer. Kalau diiganti lebih kecil juga bisa membuat mesin lebuh irit, hanya akibatnya tenaga mesin menjadi kurang. Melihat kondisi mesin sangat boros maka perlu segera diperiksa teliti.Contoh lainya iala

 

1.Filter udara sudah kotor

Filter udara ini harganya murah, akan tetapi dampaknya cukup terasa pada performa mobil dan konsumsi BBM mobil. Filter udara yang kotor bisa menghambat masuknya udara pada karburator/ injector yang memasok udara ke ruang bakar, kotornya filter udara ini akan membuat pasokan udara ke ruang bakar menjadi tidak seimbang dengan BBM yang dimasukkan ke ruang bakar sehingga pembakaran menjadi tidak sempurna.
Pembakaran yang tidak sempurna akan membuat banyak uap bensin tidak terbakar dan dibuang melalui lubang knalpot, bahkan bisa juga bensin yang tidak terbakar ini akan menjadi kerak di ruang bakar.
Periksa filter udara ini, lakukan pergantian tiap 10 ribu km (maksimum 20 ribu km)… pembersihan bisa dilakukan tiap 4000 km dengan penyedot debu atau dibersihkan dengan kuas

  1. Adanya kerak di ruang bakar

Kerak bisa timbul pada ruang bakar karena berbagai hal, tetapi yang paling banyak (90%) berasal dari pembakaran yang kurang sempurna. Pembakaran yang kurang sempurna ini bisa disebabkan oleh:
– BBM yang tidak sesuai dengan permintaan mesin: misal mesin meminta oktan 92, tetapi diisi BBM oktan 88
– Timing pembakaran tidak sesuai: menyebabkan bensin tidak terbakar sempurna dan menjadi kerak
– Karburator bermasalah: karburator bertugas mencampur bensin dan udara dengan pas, jika karburator buntu/ bermasalah maka pembakaran menjadi tidak sempurna
– Pemakaian: lama pemakaian juga akan membuat ruang bakar kotor (hal ini wajar)

Solusi bersihkan ruang bakar jika terasa kotor, pembersihan ruang bakar jika mesin normal dan ideal biasanya dilakukan tiap 20 ribu km.
Jika mesin tidak normal maka dalam 4000 km ruang bakar sudah kotor. Mesin tak normal ini pernah dialami admin mobilku.org ketika memajukan timing pembakaran, akhirnya saya mundurkan lagi sesuai standartnya dan sekarang mesinnya sudah normal

3.Karburator/ Injector tersumbat

Sistem pasokan bahan bakar yang terganggu menyebabkan pembakaran kurang sempurna dan banyak membuang uap bensin, sebagian besar masalah pada karburator atau injector adalah kotor atau tersumbat. Solusi hal ini adalah bersihkan karburator/ injector atau sistem pasokan BBM mobil
4. Ring Piston dan Piston sudah aus

Ring piston yang aus akan menyebabkan kompresi dalam ruang bakar tidak sempurna, kompresi (tekanan udara) yang tidak sempurna menyebabkan pembakaran tidak berjalan seperti yang diinginkan (pada tekanan dan suhu yang ideal) akibatnya bahan bakar tidak terbakar sempurna dan banyak dibuang lewat knalpot.

Terlebih jika ada masalah pada piston ataupun dinding silinder (baret atau cuil) maka kompresi akan jauh berkurang, bisa juga oli masuk ke ruang bakar melalui baret ini sehingga bensin akan bercampur dengan oli yang membuat sistem pembakaran jadi sangat tidak beres. Mobil menjadi sangat boros BBM dan tenaganya jauh berkurang, hal ini kadang-kadang ditandai dengan keluarnya asap putih sepanjang perjalanan.

Solusi jika masalah ada pada ruang bakar biasanya sampai turun mesin

Penyebab ringan lain mobil menjadi boros
– Tekanan ban terlalu rendah: menyebabkan cengkeraman ban ke aspal terlalu kuat sehingga mobil menjadi berat, jika mobil berjalan berat maka membutuhkan banyak tenaga yang otomatis membutuhkan banyak BBM untuk menjalankannya.

Berikut dibawah ini kami akan memberikan tips agar kendaraan anda irit bahan bakar

  1. Selalu Cek Mesin Kendaraan, Pastikan Kondisinya Selalu Prima 

Kondisi mesin yang selalu prima akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar mobil. Itulah kenapa pengecekan rutin harus dilakukan. Tidak sulit untuk melakukannya. Setiap kali sebelum berkendara, nyalakan mesin mobil dan dengarkan bunyinya. Bunyi mesin yang normal pastinya terdengar halus sesuai dengan jenis mesin mobil itu sendiri. Selain itu jangan lupa untuk melakukan servis secara rutin. Periksa buku manual kendaraan untuk mengetahui kapan mobil harus diservis.

  1. Hindari Pengereman Mendadak dan Akselerasi yang terlalu Berlebihan

Mengerem mendadak tak hanya akan mengikis rem dengan cepat. Jika Anda terlalu sering mengerem, mobil pasti juga akan lebih sering memulai tarikan dari titik bawah. Tentunya ini akan berdampak pada jumlah bensin yang harus dibakar. Selain itu akselerasi yang terlalu berlebihan juga bisa menguras bensin dengan cepat. Cara nyetir hemat BBM yang benar adalah dengan menginjak pedal gas secara perlahan dan bertahap. Jangan langsung menginjak dalam-dalam. Selain boros BBM, cara berkendara ini juga berbahaya.

  1. Jaga RPM Mesin

Mengoper gigi mesin juga ada tekniknya. Agar lebih hemat bensin, Anda harus tahu kapan harus mengganti gigi. Untuk mesin bensin, sebaiknya oper gigi saat berada di RPM 1.500 hingga 2.200. Sedangkan untuk mesin diesel, kisarannya ada pada RPM 1.100 hingga 2.000. Jangan sampai menunggu hingga mesin berdengung keras baru mengoper gigi. Selain itu jaga agar kendaraan melaju secara konstan pada RPM tersebut.

  1. Pastikan Ban Memiliki Cukup Udara 

Ban mobil yang kurang angin bisa menyebabkan gesekan yang lebih besar, khususnya antara ban mobil dengan jalan. Akibatnya, traksi ban akan berkurang dan mobil akan semakin terbebani. Mengisi angin terlalu banyak juga tidak baik. Untuk amannya, periksa rekomendasi pabrik terkait tekanan ban yang sesuai untuk mobil Anda. Dengan menjaga tekanan angin pada angka yang direkomendasikan, konsumsi BBM bisa lebih hemat 5% sampai 20%.

  1. Pilih Bahan Bakar yang Berkualitas

Hal ini mungkin banyak diremehkan. Namun perlu diketahui, jenis bahan bakar yang digunakan juga bisa membantu Anda untuk lebih hemat bensin. Pilih bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai dengan kebutuhan mobil Anda. Jangan pilih yang lebih rendah hanya untuk menghemat pengeluaran. Sejatinya, menggunakan bahan bakar yang lebih murah tak menjamin Anda bisa lebih hemat biaya. Mungkin cara ini cukup efektif untuk jangka pendek. Namun untuk jangka panjang, bisa dipastikan mesin akan semakin boros seiring dengan berjalannya waktu. Menggunakan bahan bakar sesuai dengan rekomendasi pabrik juga membantu menjaga mesin agar tidak cepat kotor.

  1. Jangan Nyalakan AC jika tidak Dibutuhkan

AC memang mampu membawa kesejukan. Namun jika tidak begitu penting, sebaiknya matikan saja. AC yang sedang aktif sebenarnya cukup membebani mesin. Beban yang harus ditanggung mesin juga tidak sedikit, terlebih jika AC diset ke suhu yang sangat rendah. Jika ingin menyalakan AC mobil, aturlah pada suhu 22-23C. Dengan demikian, beban yang harus ditanggung oleh mesin bisa sedikit berkurang.

  1. Melakukan Pengereman dengan Engine Break

Rem bukanlah satu-satunya cara untuk mengurangi kecepatan. Jika pengereman tidak harus dilakukan, cukup kurangi kecepatan dengan melepas pedal gas dan pindahkan gigi mobil secara teratur. Cara ini cukup efektif untuk menurunkan kecepatan kendaraan. Selain itu, cara ini juga lebih hemat BBM dan hemat rem. Namun jika memang harus melakukan pengereman, jangan paksakan untuk menggunakan engine break. Ingat, keselamatan jauh lebih penting. Agar tidak terlalu sering mengerem, sebaiknya melajulah pada kecepatan yang tidak terlalu tinggi. Setidaknya, melajulah pada kecepatan standar, sesuai dengan kondisi jalan yang sedang dilalui.

  1. Mengoperasikan Gigi Transmisi dengan Tepat 

Setiap jenis mesin mobil memiliki rentang putaran mesin ideal. Untuk mesin bensin, rentang idealnya adalah 1.500 � 2.500 rpm sedangkan mesin diesel ada di putaran 1.100 � 2.100 rpm. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan pergantian gigi transmisi pada rentang tersebut. Jika terlalu agresif dan sering melakukan akselerasi tinggi, sejatinya putaran mesin sudah mencapai angka di atas itu. Kebiasaan seperti ini tentu akan menguras BBM dengan lebih cepat. Agar lebih hemat lagi, usahakan untuk melaju pada kecepatan konstan dan dengan gigi tertinggi. Dalam kondisi ini, kecepatan yang bisa ditempuh biasanya berada di kisaran 70 km/jam � 80 km/jam.

  1. Matikan Mesin saat Memungkinkan

 

 Tak ada cara yang lebih efektif untuk menghemat bensin selain dengan mematikan mesin. Cara hemat BBM yang satu ini mampu meningkatkan efisiensi berkendara cukup tinggi, bahkan meski hanya mematikan mesin selama 20 detik saja. Tidak perlu khawatir, mematikan mesin sama sekali tidak akan mengurangi kinerja mesin, apalagi merusaknya. Anda bisa mematikan mesin saat lampu lalu lintas menyala merah atau saat berada di perlintasan kereta api. Saat macet parah, sangat dianjurkan untuk mematikan mesin mobil sebentar. Sebagai informasi, bensin yang dihemat dengan mematikan mesin selama 3 menit dapat digunakan untuk menempuh jarak 1 km dengan kecepatan konstan 50 km/jam. Jadi bisa dibayangkan berapa banyak bensin yang dapat Anda hemat dengan cara menyetir mobil hemat BBM yang satu ini.

  1. Kurangi Berat yang Harus Ditanggung Mobil

Semakin banyak barang yang dibawa, semakin besar beban yang harus ditanggung oleh mobil. Membawa beban berlebih juga bisa merusak kendaraan. Perhatikan buku panduan mobil. Pastikan jangan pernah membawa beban melebihi kapasitas yang direkomendasikan. Jika memang dirasa tidak penting, sebaiknya keluarkan barang-barang tersebut. Cukup bawa barang yang memang dibutuhkan. Namun saat membawa muatan yang cukup banyak, pastikan untuk menggunakan kecepatan rendah. Perlu diketahui, setiap muatan 20 kg akan menambah konsumsi bahan bakar sekitar 1%. Bahkan menurut para ahli, mengemudi dengan beban berlebih menempati posisi ke-2 dalam hal pemborosan BBM.

  1. Selalu Gunakan Momentum

Setiap kali mendekati pertigaan, perempatan atau lampu lalu lintas, tentu pengemudi harus menurunkan laju kendaraannya. Akan tetapi daripada menginjak rem pada saat kendaraan sudah berada terlalu dekat dengan pertigaan atau perempatan, sebaiknya kurangi kecepatan beberapa meter sebelum mencapai titik tersebut. Injak rem hanya pada saat kendaraan sudah hampir mencapai titik dimana Anda harus berhenti. Jika kebiasaan ini telah terbangun, Anda bisa jauh lebih hemat BBM.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here