Kecelakaan dalam berkendara dapat menjadi suatu hal yang fatal. Jika terjadi kecelakaan kita harus mengeluarkan uang untuk biaya rumah sakit dan juga biaya untuk memperbaiki kendaraannya, belu lagi jika sampai kehilangan nyawa. dan kali ini kami akan memberi beberapa hal penyebab terjadinya kecelakaan pada mobil matic berikt ini adalah beberapa penjelasannya.

  1. Human Error

Sangat mungkin kecelakaan saat mengendarai mobil bertransmisi otomatis terjadi karena kesalahan/kelalaian bahkan bisa karena ketidakpahaman si pengemudi saat mengendarai mobil matic.

  1. a) Si pengemudi memang tidak tahu bagaimana cara mengemudikan mobil matic secara baik dan benar.
  2. b) Bisa saja pengemudi hanya sekadar tahu, tetapi tidak memahami sepenuhnya pengoperasian mobil matic.
  3. c) Juga bisa jadi, si pengemudi sudah tahu cara mengendarai mobil matic yang baik dan benar, tetapi dia lalai atau mengemudikan mobil matic dalam kondisi kesadaran tidak penuh. Bisa karena pengaruh minuman beralkohol, atau sedang punya masalah yang mengganggu konsentrasinya, pada saat mengendarai mobil matic sesaat sebelum terjadinya kecelakaan.

d). Faktor lainnya bisa karena si pengemudi dalam kondisi sadar, serta tahu dan memahami cara mengoperasikan mobil matic secara baik dan benar, tetapi memang dia belum terbiasa mengemudikan mobil matic, sehingga alam bawah sadarnya mengoperasikan secara salah

  1. Masalah Teknis

Masalah ini terjadi pada unit transmisi matic atau pada sistem kontrolnya. Masalah kecelakaan mobil matic tidak semata menjadi domain kesalahan si pengemudi. Hasil analisa AT – CVT Diagnostic & Repair Specialist, masalah kecelakaan mobil matic boleh jadi karena dampak masalah mekanis, kelistrikan dan elektronik kendaraan, yang terkait dengan sistem kendali mobil matic.

a). Kesalahan Pemasangan MLP

Untuk kasus jatuhnya mobil matic dari lokasi parkir di gedung bertingkat, masalah teknis yang paling memungkinkan sebagai faktor penyebab adalah kesalahan pemasangan sensor MLP (manual lever position/posisi tuas pemindah gigi) atau neutral-start switch. Bisa saja ini terjadi, dengan catatan mobil matic tersebut baru saja diperbaiki oleh teknisi di lokasi yang sama di mana mobil matic itu jatuh, atau di lokasi terakhir mobil itu berhenti sebelum akhirnya jatuh.

Karena teknisi salah memasang sensor MLP/neutral-start switch, muncul ketidaksinkronan antara lampu indikator posisi tuas transmisi pada panel instrumen dengan posisi tuas transmisi yang sebenarnya. Misalnya saja posisi tuas transmisi manual yang sebenarnya ada di R (mundur), tetapi lampu indikator posisi tuas transmisi yang menyala D (drive/maju). Saat hendak jalan, yang dilihat pengemudi lampu indikator D di panel instrumen menyala. Tanpa pikir panjang dia langsung injak gas, padahal posisi tuas transmisi sebenarnya ada di posisi R. Maka kecelakaan tidak dapat dihindarkan.

Tapi kemungkinan ini sangat kecil terjadi. Umumnya perbaikan mobil matic dilakukan di bengkel, bukan di lokasi parkir. Memang ada bengkel-bengkel yang buka di lantai tertentu di gedung bertingkat. Pada mobil matic, kesalahan pemasangan sensor MLP tidak terbaca oleh komputer, sehingga tidak bisa memberi peringatan seperti dalam lampu indikator Engine Light (Malfuction Indicator Lamp/MIL) menyala/berkedip pada panel instrumen. Solusinya pilih teknisi mobil matic yang berpengalaman untuk menangani masalah pada mobil matic Anda. Atau pilih bengkel mobil matic dengan reputasi baik, dan punya teknisi yang berpengalaman. Kalau Anda merasa kesulitan hubungi kami.

b). Pemasangan Penutup Tuas

Bisa saja pemasangan sensor MLP/neutral-start switch sudah benar. Tetapi mobil baru saja diperbaiki bagian kabinnya. Misalnya dengan membuka penutup tuas transmisi yang terdapat simbol P R N D 2 L atau simbol lainnya, lalu memasangkan kembali secara tidak benar. Karena kesalahan pemasangan ini membuat pengemudi meyesuaikan posisi tuas transmisi dengan simbol disampingnya, tidak melakukan cross check dengan melihat lampu indikatior di panel instrumen.

Kecelakaan juga bisa terjadi. Sekalipun amat sangat jarang terjadi. Bahkan itu hanya akan terjadi kalau teknisi mobil matic benar-benar ceroboh atau memang sama sekali tidak punya kompetensi.

Pengemudi menggeser tuas transmisi ke D, tapi yang terjadi sebenarnya tuas transmisi ada di posisi lain. Sehingga mobil matic berjalan tidak sesuai kemauan si pengemudi. Kecelakaan bisa dihindari kalau pengemudi saat mengendarai mobil matic dengan kesadaran penuh, sehingga saat menggeser tuas pemindah gigi dia akan mengecek pada lampu indikator di panel instrumen serta kesesuaian posisi tuas dengan simbol angka/huruf di sampingnya.

c). Bongkar Valvebody

Jangan sembarangan membongkar valvebody. Untuk beberapa jenis transmisi otomatis, pemasangan piston yang tidak tepat, atau pegas/per, ring penahan dan peluru/gotri memungkinkan transmisi otomatis gagal beroperasi. Atau, bisa transmisi otomatis beroperasi secara tidak wajar.

Sebaiknya hati hati ketika sedang mengendarai kendaraan, jika sampai terjadi kecelakaan itu sangat merugikan untuk diri sendiri. Sekian informasi yang dapat kami sampaikan. Jika anda memiliki saran, kritik, dan pertanyaan, silahkan tulis dikolom komentar. Terimakasih telah mengunjungi website kami.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here