Penyebab Mobil Overhating

Hasil gambar untuk Mobil Overheating

Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab kondisi mobil menjadi overheating, antara lain adalah:

  1. Radiator dan Selang Yang Tersumbat

Gambar terkait

Salah satu penyebab overheating pada mobil adalah kondisi pada radiator dan selang radiator yang mengalami kebocoran. Untuk itu selalu pastikan jika kondisi radiator dan selang dalam kondisi baik serta tidak tersumbat. Jika radiator mobil mengalami kerusakan yang membuat mesin kendaraan cepat panas, akan lebih baik untuk membawa kendaraan anda ke spesialis radiator untuk menangani kerusakan yang terjadi pada komponen radiator mobil anda. Jika kerusakan yang terjadi cukup parah, maka akan lebih baik melakukan penggantian pada radiator mobil sehingga mencegah terjadi overheating kembali. (baca juga: Tips Membeli Mobil Baru)

  1. Penggunaan Cairan Air Radiator Yang Tidak Tepat

Gambar terkait

Penyebab lainnya dari mobil yang cepat overheating adalah penggunaan cairan air radiator yang tidak tepat. Bila anda menggunakan air biasa atau air sumur sebagai cairan radiator maka tentu saja menyebabkan kondisi air radiator menjadi kotor. Hal ini dikarenakan ada banyak kandungan logam, mineral, dan unsur lainnya yang dapat menimbulkan kerak pada komponen radiator. Sehingga sebaiknya gunakan cairan yang memang khusus untuk radiator serta lakukan penggantian air radiator secara rutin lima minggu sekali. (baca juga: Cara Kerja Karburator Mobil)

Namun jika sebelumnya anda terbiasa menggunakan air biasa sebagai cairan radiator dan ingin mengganti ke cairan coolant, maka sebelumnya ada yang perlu anda perhatikan. Kerak yang berasal dari air biasa akan rontok jika langsung terkena cairan coolant. Sehingga membuat kerja radiator menjadi tidak maksimal. Sehingga akan lebih baik untuk membersihkan radiator terlebih dahulu sebelum mengganti ke cairan khsuus radiator.

  1. Menggunakan Oli Yang Tidak Berkualitas

Hasil gambar untuk oli berkualitas

Penggunaan oli berkualitas rendah tentu saja dapat menyebabkan mobil dapat overheating dan mati secara mendadak. Hal ini dikarenakan oli yang dipakai tidak memiliki kemampuan dalam menahan panas berlebih. Karena tidak mampu menahan panas ini lah yang akhirnya membuat volume oli berkurang sehingga kinerja mobil tidak dapat maksimal. Untuk itu lakukan gunakan oli yang berkualitas serta sesuai dengan mesin mobil anda. Jangan lupa untuk mengecek secara rutin sehingga tidak terjadi kebocoran oli. (baca juga: Tips Membersihkan Mesin Mobil)

  1. Trouble Pada Kipas

Kipas radiator yang tidak bekerja secara maksimal tentu saja bisa menyebabkan kondisi mobil yang overheating. Kinerja kipas yang kurang baik akan menyebabkan sensor switching tidak bisa membaca tindakan yang terjadi. Misalnya saja jika semestinya switching dapat menerima sensor untuk menyalakan kipas pendingin, namun saat kondisi sensor rusak maka kipas pendingin tersebut tidak berputar seperti normalnya. Untuk itu akan lebih baik jika melakukan pemeriksaan rutin pada kipas radiator mobil anda serta bersihkan dengan rutin dari segala kotoran, debu, serta lainnya yang dapat menganggu kinerja kipas.

  1. Thermostat Rusak

Hasil gambar untuk Thermostat mobil

Penyebab lainnya bisa dikarenakan kondisi thermostat pada mobil yang mengalami kerusakan. Thermostat merupakan komponen yang mengukur suhu di dalam mesin mobil. Jika kondisi thermostat mengalami kerusakan, tentu saja hal ini menyebabkan kinerjanya tidak maksimal serta tidak dapat mengukut suhu dengan benar. Untuk itu sebaiknya lakukan pengecekan dengan rutin agar mengetahui kondisi dari thermostat kendaraan anda agar tetap baik-baik saja.

  1. Penggunaan Bahan Bakar Yang Tidak Sesuai

Hasil gambar untuk bahan bakar mobil

Penggunaan bahan bakar yang tidak tepat juga akan menyebabkan mobil menjadi cepat panas (overheating). Mengapa? hal ini dikarenakan kadar oktan dari bahan bakar yang memang tidak sesuai dengan spesifikasi mobil yang anda gunakan sehingga menyebabkan mobil knocking. Sehingga untuk mengatasinya tentu saja anda perlu menggunakan Bahan Bakar yang memang sesuai dengan spesifikasi pada mobil anda.

  1. Kerusakan Pompa Air (Water Pump)

Hasil gambar untuk water pump mobil

Pompa air atau water pump merupakan komponen yang berfungsi memompa air yang ada di dalam mesin sehingga terjadi sirkulasi secara terus menerus. Kerusakan yang terjadi pada water pump tentu saja dapat menyebabkan terjadinya kebocoran yang nantinya dapat menyebabkan mesin mobil mengalami overheating. Untuk itu perlu dilakukan upaya perbaikan sehingga menyebabkan kondisi overheating tidak lagi terjadi pada mobil anda.

Cara Mengatasi Mobil Overheating

Mobil bisa saja mengalami overheating dimanapun dan kapanpun, lalu bagaimana jika terjadi overheating mendadak ketika anda sedang dalam perjalanan. Berikut ini beberapa cara mengatasi mobil overheating yang dapat dilakukan. (baca juga: Cara Membersihkan Headlamp Mobil)

  1. Jangan Memaksa Kendaraan Anda

Ketika mobil terasa overheating, maka sebaiknya jangan memaksakan mobil terus dikendarai karena hanya menyebabkan kerusakan saja. Bila lampu kontrol menyala, hal itu menandakan jika kondisi mobil mengalami overheating. Jika sudah seperti ini maka terjadi kerusakan pada komponen mobil anda dan jangan berusaha untuk melanjutkan perjalanan.

  1. Tepikan dan Matikan Mesin Mobil

Selanjutnya anda bisa menepikan mobil anda dan kemudian mematikan mesin kendaraan. Setelah dirasa agak dingin buka penutup agar mesin bisa cepat dingin.

  1. Jangan Membuka Tutup Radiator Ketika Mesin Masih Panas

Jangan pernah membuka pentuup radiator ketika mesin masih dalam kondisi panas. Hal ini dikarenakan radiator berisikan air panas dengan tekanan yang tinggi, sehingga saat anda membukanya tentu saja akan terjadi semburan air panas yang mana dapat membahayakan anda. Sehingga tunggu mesin hingga dingin dan kemudian barulah anda buka penutup dari radiator.

  1. Cek Air Radiator

Setelah kondisi mesin dingin barulah anda boleh membuka penutup radiator, setelah itu pastikan ketersediaan dari air yang ada di dalamnya. Namun meskipun mesin sudah dingin setelah mengalami overheating, tetap saja anda harus hati-hati saat akan membuka penutupnya. Putar perlahan dan tunggu hingga anda mendengar desis udara yang berasal dari dalam radiator. (baca juga: Cara Perawatan AC Mobil)

  1. Tambahkan Air Radiator

Kemudian anda bisa menambahkan cairan radiator secara perlahan  jika memang dirasa air di dalamnya berkurang. Gunakan cairan yang memang khusus untuk digunakan pada radiator yaitu coolant. Namun jika di dalam kondisi darurat persediaan coolant tidak ada, anda bisa menggunakan air biasa.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here