Jika berbicara mengenai otomotif, tentunya otomotif tersebtu tidak terpisahkan dari komponen penyusunnya sendiri. Karena seperti yang sudah kita ketahui bersama tanpa adanya komponen yang mendukungnya maka sebagaus apapun benda otomotif tersebut tidaklah ada fungsinya, sehingga komponen otomotif tersebtu tidaklha terpisahkan akrena merupakan satu kesatuan di dalamnya.

Oke sobat semua, bertemu lagi dengan penulis nih sobat yang selalu senatiasa setia menemani sobat semua untuk mengisi waktu luang anda bersama keluarga tercinta anda. Tidak jauh berbeda dari pembahasan dalam artikel yang sebelumnya sobat, pada artikel kali ini kita masih akan membahas mengenai otomotif.

Nah buat sobat semua yang memang gemar akan otomotif ada baiknya sobat semua menyimak ulasan berikut ini karena pada kesempatan kali ini penulis akan membahas otomotif dengan topik atau materi mengenai sekring pada mobil yang kedudukannya sama pentingnya seperti komponen lainnya yakni komponen penyusun aki mobil atau pun komponen mesin mobil. Nah sobat para pecinta mobil, yuk langsung saja kita simak ulasan berikut ini dengan seksama. Check It Out !

Jika berbicara mengenai sekring pada mobil, sepertinya benda yang satu ini sudah bukan lagi benda yang baru buat sobat penggemar otomotif. Sekring pada mobil atau yang lebih akrab disapa dengan nama “ fuse “ dalam bahasa Indonesia ini merupakan komponen yang tergolong sangat penting keberadaanya dalam kendaraan kita.

Sekring ( fuse ) ini pada dasarnya terdiri dari sebuah kawat halus pendek dan akan meleleh serta terputus jika dialiri oleh arus listrik dari sistem kelistrikan pada mobil yang berlebihan. Atau dengan kata lain, akan terjadi hubungan arus pendek ( shord circuit ) dalam sebuah perakatan listrik atau elektronika.

Dengan putusnya sekring ( fuse ) tersebut, maka arus listrik yang berlebihan tersebut tidak akan bisa masuk kedalam rangkaian elektronika sehingga tidaka akan merusak komponen – komponen yang terdapat dalam rangakian elektronika yang bersangkutan.

Fungsi Sekring ( Fuse )

Karena sekring atau fuse tersebut akan berfungsi untuk melindungi peralatan listrik dan peralatan elektronika dari kerusakan akibat arus yang berlebihan. Sekring atau fuse ini sering juga disebut dengan pengaman listrik. Oleh karena itulah keberadaan komponen yang satu ini cukup dipertimbangkan dalam sebuah komponen elektronika. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari sekring ( fuse )

Sebagai komponen yang berfungsi untuk memutuskan hubungan ketika terjadi hubungan singkat atau dapat disebabkan oleh kelebihan arus yang mnegalir atau beban lainnya sehingga arus listrik tidak akan mengalir
Sebagai komponen yang berperan penting untuk menjaga komponen listrik pada mobil yang terdapat dalam sebuah rangkaian listrik.
Sebagai komponen yang berfungsi sebagai pengaman kelistrikan.
Sebagai komponen yang berfungsi untuk mencegak kebakaran, karena memang dengan adanya sekring atau fuse ini semua komponen kelistrikan yang ada akan aman.
Cara Kerja Sekring ( Fuse )

Setelah membahas apa saja fungsi dari sekring pada mobil, selanjutnya saya akan mencoba untuk membahas mengenai cara kerja sekring itu sendiri. Berikut ini adalah cara kerja sekring ( fuse ), antara lain :

Pada umumnya sekring ( fuse ) digunakan untuk melindungi perangkat kelistrikan pada kendaraan mobil bermotor. Sistem kendaraan bermotor biasanya dibuat dengan tegangan listrik 6 Volt, 12 Volt dan 24 Volt. Adapun tegangan 6 Volt biasanya terdapat pada mobil – mobil tua.

Sedangkan yang berukuran 12 Volt merupakan tegangan yang pada umumnya digunakan di mobil – mobil yang sekarang sering kita gunakan, sedangkan yang berukuran 24 Volt digunakan pada mobil niaga yang memang memiliki ukuran yang besar.

Pada umumnya sekring dikelompokkan pada beberapa rangkaian, ada yang dipasang atau yang dikhususkan untuk arus utama yang keluar dari baterai, rangkaian lampu – lampu, rangakian sistem pengapian, rangkaian utilities seperti radio, dan berbagai rangkaian yang lainnya.

Nah sobat semua, karena sekring atau fuse tersebut sudah dipasang pada area yang memnag membutuhkan pengaman listrik, maka apabla terjadi muatan listrik yang berlebihan atau terjadiya hubungan arus pendek yang diakibatkan oleh berbagai faktor dari sistem kelistrikan yang ada.

Maka sekring atau fuse ini akan memiliki cara kerja dengan menghambat atau mengamankan komponen listrik yang ada pada sebuah rangakian listrik tersebut dengan tidak meneruskan penghantaran arus listrik ke komponen tersebut, karena diperhitungkan muatan listriknya tidak seperti seharunsya atau tidak sesuai dengan standarnya.

Sekring atau fuse ini bisa mendeteksi sistem arus listrik yang muatannya bermasalah atau tidak, oleh karena itulah sekring atau fuse ini tahu kapan ia harus bekerja. Misalnya pada saat lajur kabel stop yang menuju ke belakang berlangsung korslet dengan bodi, maka pada akhirnya arus listrik ketika rem mobil di injak, akan naik dengan tiba – tiba sampai melebihi 10 ampere, maka pada saat tersebutlah si pengaman listrik ini akan bekerja untuk memutuskan arus sehingga kabel tidak akan terbakar.

Ada beberapa kode warna sekring yang perlu sobat semua ketahui, antara lain :

Warna coklat , 7.5 ampere
Warna merah, 10 ampere
Warna biru, 15 ampere
Warna kuning, 20 ampere
Warna putih, 25 ampere
Warna hijau 30 ampere
Oke sobat semua, sekian informasi mengenai sekring pada mobil yang bisa penulis share pada kesempatan kali ini, semoga membawa banyak manfaat bagi anda semua. Sampai jumpa di lain kesempatan. Terima kasih sudah berkunjung dan meluangkan waktu untuk membaca artikel kali ini. Salam hangat selalu dari penulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here